Tragika-tragika dari Gerobak Sate


– bau daging menguar dari gerobak itu
masalalu semerbak di bawah sorot lampu
– kacang yang jadi sambal itu nasib sial
yang digilas-lumat muntu dengan amarah
– jasad cabai dan bawang bergelimpangan
kematian mereka ditangisi si tukang sate

apakah kesedihan memang seperti seporsi sate
yang digurihi aroma arang terbakar?

: yang disantap itu bermacam-macam kematian

seperti orang mati yang lantas jadi setan
di film horor produksi 80-an

seperti pada sebuah adegannya
yang mengakhiri puisi sedih ini:

“satenya 100 tusuk, bang…”
“pakai lontong apa nasi, neng?”
ia melengos sebelum pingsan
ia jawab pertanyaannya sendiri
: “lontong! eh, tolong! tol…”

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s