Kau yang Mengasah, Aku yang Tertusuk

: untuk Go Lan Fang (1970-2011)

/1/

“kau pernah dihadapkan dengan tiga macam senjata:
brahma-astra, gandewa, dan vajra
akhirnya aku tahu, kau memilih yang mana.”

/2/

benarkah itu ghirah yang menjelma gatha
ataukah itu memang gatha yang ghirah?
apakah kedua kata itu bisa untuk menusuk?
jika tidak, kau mengasah mereka dengan apa?

dan aku masih ingin
mencari banyak kata yang tajam
di larik-larik soneta tak berjudul

namun yang kutemukan malah sebilah badik
apakah itu badik yang sama
badik yang ditancapkan seorang penyair muda
ke jantungnya sendiri?

/3/

kau suka sekali membolak-balik kata:
kutemukan “ciuman di bawah hujan”
kubacakan “hujan di atas ciuman”

“ah, tajamkah rintik hujan?
apakah lebih tajam
dari ciuman-ciuman
yang mungkin ingin ia lupakan?”

/4/

namun tidak ada yang lebih tajam
selain ingatan dan kematian
keduanya menikam kita: kau dan aku
ingatan membunuhku di bait sebelum ini
kematian mengabadikanmu di seluruh sajak ini

/5/

om mani padme hum
maka benderanglah langit itu
sebelum gemuruhnya mengendap di telinga

ada cahaya, yang diantar tiga halilintar
yang lebih tajam dari busur gandewa
namun tidak membinasakan seperti brahma-astra

Solo, 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s