Menggambar Sketsa Denganmu

: Windy Siwianti

“Sketsa apa yang bisa kita buat
dari sebatang pensil
dan serenyuk kertas gambar?”
Tanyamu.

“Waktu, barangkali.”
Jawabku.

Lalu kau merapihkan
kertas lusuh milikku
dan aku mematahkan
pensilmu jadi dua.

Kautindih kertas itu dengan beberapa garis;
jadilah tiang dan tali jembatan:
kau meniti di atasnya, menatap ke bawah
jurang yang tak pernah selesai kaugambar.

Aku sibuk mengarsir di bawah jembatanmu;
supaya jadi arus sungai yang deras:
yang akan menyeret semua masalalu
jauh ke laut yang tak terjangkau pensilmu.

Namun waktu, tak pernah bisa utuh kita sentuh.
Serpihannya kadang tersangkut di antara batang sungai;
membentang dan harus kita relakan
jadi dendang yang mengalir-mengalun:

Sesuatu lalu yang tercecer di meja gambar — seperti sisa rautan pensil — yang harus kita bersihkan — sebelum memulai membuat sketsa baru.

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s