Tersesat di Sesuatu Pantai

: untuk Bernard Batubara

ke mana perginya si penyair?
tak kutemukan di bentang pantai
padahal kukira, ia masih nelayan yang dulu
setia menunggu sayup-redup akanan

ke mana perginya si penyair?
kuamati potret tua itu: hilang wajahnya dari sana
tak juga kutemukan pecahan kaca pigura
jejak darah, atau sayap kupu-kupu yang patah

kulacak kata-katanya
sampai ke sebuah rumah yang sajak
yang berdiri di sebuah bukit dekat pantai
tepat di bawah mercusuar tak berpenjaga

namun setelah aku keluar dari sana
tak kutemukan pantai dan mercusuar itu
aku tersesat di sesuatu pantai
yang tak pernah ia sajakkan

lalu siapa yang bisa menjawab tanya
yang diajukan tanda-tanya di sajak ini
selain beberapa kira-kira, seperti:

ia yang barangkali terbunuh
pada suatu adegan yang sore
— yang ia sutradarai sendiri

atau ia yang barangkali tak ingin ditemukan
sebab bersembunyi di kota kata-kata
— yang sesak dirimbuni pohon ketapang.

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s