Viva la Dangdut, Via!

: Vya Maulidia Oktavia

“apalagi hujan-hujan begini
siapa mau datang berbasah-basah
ke selasar panggungmu, Via?”

orang-orang pasti sibuk;
mondar-mandir sana sini
hantu-hantu apalagi;
gentayangan tak jelas

tapi panggung dangdut
punya nasibnya sendiri,
yang tak begitu rumit
seperti yang mereka punya,
semisal:
yang belum menikah sibuk mencari jodoh,
yang sudah beristri ingin berpoligami
atau
yang hidup memikiran kematian,
yang mati mempertanyakan kenapa hidup

panggung dangdut itu rebak mata malaikat
yang bergembira-ria, sebab di surga sana
banyak penghuninya tak suka hura-hura

maka tuhan melempar beberapa benda surga
seperti ketipung dan seruling ke dunia
mungkin itu sebab ia tak lagi bisa mengendalikan
ular-ular di surga yang akhirnya
menggoda adam dan hawa

tapi entah kenapa begitu lama
sampai ada manusia yang menemukan
cetak biru instrumen celaka itu

jika saja anak-anak pertama adam dan hawa
yang menemukanya, niscaya tak akan ada cerita
qabil membunuh habil hanya karena iqlima

sebab dangdut adalah panggung perdamaian
hura-hura yang mempersatukan kita semua

“dan di selasar yang basah itu, Via
mereka yang bergoyang sambil mengelukanmu
tak sedikit yang berpayung bendera
: Slank atau Oi, juga tak lupa yang negara kita punya.”

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s