Sepasang Cerita Tentang Menunggu

“Apa yang lebih menyedihkan, selain
keberangkatan tanpa sepeluk perpisahan?
: Pengabaian.”

/1/

Yang ia tahu, terminal adalah tempat
di mana kata menitipkan “pulang”-nya.

Dan ia masih menanti,
masih mencari deru suara mesin
bus yang tidak pernah ada.

/2/

Setelah keberangkatan ia mengirim
dua pesan singkat:

– “Perjalanan, sayang; rebah kegelisahan
di sandar kaca jendela bus antar kota.”
– “Airmataku menyelinap di jalan-jalan
yang menuju ke banyak alamat tak tertebak.”

/3/

Ia menunggu:
yang berangkat—namun tak pernah datang.
Ia yang lain menunggu:
balas pesan—yang tak pernah dikirimkan.

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s