Felix Felicis

bahkan yang membakar tungku ini
tak bisa membebaskan diri
dari jerat lidahnya sendiri
sebab bara dimulai dari kata api

deret peluang juga janji-janji
kelak menguji ikhlasnya sendiri
setelah aduk nasib di panas kuali
selesai menguapkan banyak risi

“haruskah aku percaya
pada ramuan yang kubuat
jika yang remuk di wadak ini
adalah ketakutanku sendiri?”

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s