Kelak Kau Akan Melupakanku

aku fragmen-fragmen dan metafora
tertinggal di puisi yang lupa kautuliskan
sampai ingatanmu jadi kecai-airmata
mumuran pagi yang pecah di mata-jendela

namun lupa akan mengingatkanmu
hingga namaku jadi sekerat cermin
memantulkan masalalu kita yang telanjang
sebelum kaukenakan gaun pengantinmu

“bukankah hidup memang pantulan-pantulan
bayangan hari-hari lalu yang ketakutan
mungkin pada bekas luka di wajah sendiri
yang disayat sepi-sunyi sendiri?”

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s