Malai Ombak

dengarkanlah. desir itu angin yang piatu
setiap pagi ia selalu mampir di haluan
menjemur mumur mimpinya yang basah

aku tak tega menolaknya. walau pelayaran
ke uban rambutku sering diserbu sakal
dan ngilu ini ia tumpuk di buritan

rahasiakanlah. bahwa mataku telah buta
tak ada kompas atau langit yang bisa kubaca
hanya kau kubiarkan menimangku begini

“dan pada laut ia menduga:
buih yang sampai di anjungan
apakah itu airmata, atau
lantun doa yang lupa ia ucapkan?”

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s