Menaksir Pingkan

meja bar mengantarkan percakapan
para kelasi, menuju sepi siaran sepak bola
dari negeri-negeri bersalju. mudah-mudahan
hitungan gol tadi seseloki wiski.

“di kepala Han, arakan lembu diam-diam
meramaikan alun-alun kota. dongengan itu
seperti bulan di dekap-pangkuan Pingkan
yang sudah lama sekali dirindukannya.”

maka dengan dada gemetar, palayaran itu
dimulai sekali lagi. para kelasi rangsek
ke pintu palka, dan mengecat dermaga
dengan warna ubur-ubur beracun.

“di kepala Han, lembu-lembu menjelma
malaikat. sayapnya merengkuh balita
yang baru belajar berjalan, enam jam
dari wajah Pingkan yang ketakutan.”

di luar perjumpaan, langit masih biru
namun rindu tetap abu, seperti sebatang rokok
yang tak pernah dihisap setelah dinyalakan.

masuk ke dalam Pingkan, asap-asapnya kejutan
hadiah ulang tahun, memenuhi liang dan rongga
yang belum pernah disentuh kabut manapun.

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s