Nota 29: Lakon

1

“bahwa cinta bermula dari tafsir-tafsir kita.”

lihat, mataku api
lelatu yang menari
-nari, di panggung
kita yang terbakar.

2

tak ada tempat untuk lari
asap sudah lebih tebal
dari lipatan malam

“tak ada…”

kita tak bisa sembunyi
udara sudah dihabisi
napas-napas penonton

“kita tak…”

3

dan dari abu-debu itu
hanya tersisa sebuah tetapi;
lengkingan jerit di telinga
yang sangat panjang dan mengerikan
persis tafsir-tafsir kita atas cinta

: namun itu suara siapa?

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s