Yang Tak Diduga dari Tali Sepatu

“yang hinggap di pucuk cemara
ia saksikan sebagai sabit bulan
sedang menghentikan kepakannya
: asmarakah menguncup perlahan?”

*

padahal malam pasti menelan jalan
cahaya selain guguran jejak bintang
di samping duduk dan tendanya

ini waktu yang tepat menurunkan
beban yang dipikul mula perjalanan
sebelum sepatunya itu berteriak

dan di hutan tak ada tukang urut
yang bisa meluruskan kilir nasib
selain tatap kakinya sendiri

sebab telah lama ia pahami
bahasa pergi dan kembali
dari kata langkah dan rumah

namun ketika ia berhadapan
dengan kata lari dan henti
malah kakinya yang terbelit

tali sepatunya sendiri

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s